Sunday, 17 June 2018

Balasan Orang yang Suka Mengadu Domba

Adu domba merupakan tindakan tercela karena merusak hubungan antar manusia. Bahkan dalam realitasnya tindakan ini dapat berakibat fatal, misalnya menimbulkan permusuhan, pertikaian, bahkan sampai berujung pada pembunuhan.

Dengan kemudahan pola komunikasi di sosial media seperti saat ini, tindakan mengadu domba semakin mudah dan sering dilakukan. Berbagai isu dan fitnah bisa tersebar dengan gampang yang bertujuan agar sesama manusia saling bermusuhan.

Secara psikologis para pengadu domba akan begitu senang ketika tujuannya memecah belah dapat tercapai. Namun tahu kah anda bahwa balasan untuk tindakan ini sangat menyakitkan. Lantas seperti apa balasan orang yang suka mengadu domba? Berikut ulasannya. 

1. Pengadu domba tidak masuk surga
Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu anhuma berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. Muslim no. 105)
Maksud hadist tersebut adalah pengadu domba tidak akan masuk surga pertama kali. Mereka akan menjalani siksaan di neraka terlebih dahulu dengan jilatan api yang menyala-nyala. 

2. Akan disiksa di dalam kuburnya
Sebelum menjalani siksaan di neraka pada hari penghakiman, para pengadu domba ternyata juga akan disiksa selama berada di alam barzah (alam kubur). Nabi Rasulullah SAW mengabarkan bahwa di antara amalan yang paling banyak menyebabkan seseorang disiksa dalam kuburnya adalah karena dia melakukan namimah atau adu domba saat masih hidup.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. berjalan melalui dua buah kubur, lalu bersabda yang artinya: “Sesungguhnya kedua orang yang mati ini disiksa, tetapi tidaklah mereka disiksa karena kesalahan besar. Ya, tetapi sebenarnya besar juga -bila dilakukan secara terus menerus-. Adapun yang seorang diantara keduanya itu dahulunya -ketika di dunia- suka berjalan dengan melakukan adu domba, sedang yang lainnya, maka ia tidak suka menghabiskan sama sekali dari kencingnya -yakni di waktu kencing kurang memperdulikan kebersihan serta kesucian dari najis-.” HR Imam Bukhari

“Dan janganlah kamu mengikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kesana kemari mengadu domba, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas, lagi banyak dosa.” (QS. Al-Qalam: 10-12)

3. Siksaan di Akhirat
Nabi Muhammad SAW ketika melaksanakan Isra’Mi’raj menyaksikan bagaimana para pengadu domba disiksa di neraka. Rasulullah SAW melihat segolongan lelaki dan wanita yang memotong satu potongan daging daripada salah seorang dari mereka. Kemudian mereka meletakkan potongan daging tersebut pada mulut salah seorang dari mereka dan berkata kepadanya: “Makanlah sepertimana yang aku makan”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam bertanya: “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?” Jibril ‘alaihisalam menjawab: “Mereka inilah pengumpat, pencela serta pengadu domba”.

Hendaknya kita tidak serta merta percaya dengan berbagai berita yang beredar jika tidak tahu jelas kebenarannya.

sumber: infoyunik.com

Tuesday, 12 June 2018

15 Balasan Menyakiti Hati Orang Lain

Setiap manusia tentunya tidak akan luput dari kesalahan seperti salah satunya menyakiti hati orang lain. Akan tetapi sebagai seorang muslim, maka sudah selayaknya kita menyadari perbuatan salah tersebut dan berusaha untuk menjauhi perbuatan dosa seperti menyakiti hati orang lain. Di dalam Islam, penerapan dari rukun iman diantara hubungan sesama muslim adalah bersaudara dan sudah wajib untuk saling mendukung sekaligus memberikan bantuan. Sebagai sesama muslim, kita dilarang untuk saling menyakiti dan menghina supaya nantinya persatuan umat muslim akan terjalin lebih kuat sekaligus menghindar dari berbagai balasan yang akan didapat apabila kita menyakiti hati orang lain.


  1. Memikul Kebohongan dan Dosa Nyata
Allah ta`ala telah berfirman di dalam surat Al-ahzab ayat 58, “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
Dalam ayat tersebut, Allah ta’ala memberikan penjelasan tentang buruknya dosa serta balasan menyakiti orang mukmin tanpa memiliki hak sebab Allah mengancamnya dengan hukuman yang keras yakni memikul kebohongan dan juga dosa yang nyata. Oleh karena itu, terlihat jelas jika perbuatan yang dilakukan orang tersebut sangat rendah dan hina dirinya sekaligus mempunyai ilmu agama yang sangat sedikit, sebab Allah ta’ala sudah memberikan harga diri dan juga kehormatan untuk setiap mukmin. Ini membuat siapa pun yang menyakiti hati orang lain akan mendapat kemurkaan dari Allah SWT.
  1. Menyakiti Hati Akan di Balas di Neraka
Di dalam sebuah hadist, mencaci maki dan menyakiti hati orang lain akan mendapatkan balasan di neraka sebab perbuatan tersebut akan menyakiti hati orang lain dan sudah pantas mendapat balasan neraka jahanam. Beberapa perilaku menyakiti hati yang ada dalam hadist diantaranya adalah menuduh, memakan harta orang lain dan juga mencaci maki.
Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka.” (HR Muslim)
  1. Menyakiti Sesama Muslim Sama Dengan Dosa
Di dalam Islam, menyakiti hati sesama saudara muslim merupakan perbuatan dosa sehingga harus dihindari agar tidak semakin menumpuk menjadi dosa yang sangat besar khususnya antara sesama muslim sehingga Allah tidak akan membenci kita karena terlalu sering menyakiti hati saudara kita.
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” (QS Al Ahzab : 58)
  1. Tidur Dengan Tikar dan Selimut Api Neraka
Bagi orang yang zalim atau sering menyakiti hati orang lain, maka nantinya mereka akan tidur dengan beralaskan tikar dari api neraka dan juga berselimutkan api neraka.
“Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka) . Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,” (QS. Al A’raaf  [7]: 41).
  1. Mendapat Kutukan Allah
Balasan lain yang akan didapatkan saat menyakiti hati orang lain adalah mendapat kutukan langsung yang diberikan oleh Allah SWT. Allah SWT sangat membenci perbuatan menyakiti hati orang lain khususnya antar sesama muslim.
“Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul.” Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim” (QS : Al A’raaf [7 ] : 44).
  1. Kebinasaan Kota
Dalam sebuah ayat Al Quran juga disebutkan jika Allah tidak akan membinasakan kota kecuali jika penduduk didalamnya sudah melakukan kezaliman atau perbuatan yang menyakiti hati orang lain.
“Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS Al Qashash  [28]:59)
  1. Mendapat Balasan Dunia dan Akhirat
Perbuatan menyakiti hati orang lain merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT dan masuk ke dalam salah satu dosa besar. Ini membuat manusia yang sering menyakiti hati orang lain akan mendapatkan balasan tidak hanya saat masih hidup di dunia, namun juga akan mendapatkan siksaan pedih di akhirat.
Firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surah Asy-Syura : 42, “Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih“.
  1. Tidak Akan Masuk Surga
Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak masuk surga seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya”.
Menyakiti hati orang lain akan menjamin tidak akan mendapat surga bagi pelakunya karena sudah membuat rasa tidak nyaman bagi orang yang tersakiti.
  1. Diberikan Laknat
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seseorang datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengadukan perihal tetangganya kepada beliau. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda [tiga kali], “Bersabarlah”….[Diriwayatkan oleh Abu Dawud (5153), Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (124) dan Al-Hakim (4/160) dengan sanad hasan. Dan Al-Bazzar (1904), Al-Hakim (4/166) dan Al-Bukhari dalam Al-Adab (125) membawakan riwayat sebagai syahid bagi hadits tersebut dari Abu Juhaifah. Dan di sanadnya ada kelemahan serta jahalah (rawi yang tidak dikenal)]
Menyakiti hati orang lain akan membuat laknat yang diserukan orang yang tersakiti akan terkabul dan menimpa pelaku saat ia masih hidup di dunia.
  1. Apabila kita melakuan perbuatan dosa yakni menyakiti hati orang lain, maka perbuatan kejahatan tersebut juga akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.Mendapatkan Balasan Setimpal
Dan bagi orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan dzalim mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang dzalim. Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada dosa atas mereka. Sesungguhnya doa itu atas orang-orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas dimuka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih. Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya perbuatan demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.’ (QS. Asy-Syuura’ 39-43).
  1. Setara Dengan Makan Bangkai Saudara
Allah SWT lewat surah Hujurat ayat 12 sudah bersabda jika setiap umat muslim harus menjauhi oerbuatan tercela seperti berprasangka, menyakiti hati orang lain, mecari kesalahan dan juga menggunjing. Allah memberi gambaran jika orang yang selalu menyakiti hati orang lain sama saja dengan makan bangkai saudaranya dan perbuatan tersebut tidak hanya menyakiti hati sesama muslim namun juga mengancam kerukunan antar umat muslim.
Sesungguhnya orang-orang yang senang menyebarkan kejelekan dalam kalangan orang beriman bagi mereka siksa yang pedih di dunia dan akhirat, dan Allah mengetahui sedangkan kalian tidak tahu. [Hadist Termizi No. 1827 Abwabu Birri wa Shillah]
  1. Amal Tidak Berguna dan Tak Berpahala
Semua amal yang sudah dilakukan tidak akan berarti dan tidak akan mendapatkan pahala apabila masih sering melakukan perbuatan dosa seperti menyakiti hati orang lain. Semua amalan ini akan sia – sia belaka di sisi Allah SWT.
  1. Amal Shalat Tidak Berpahala
Menyakiti hati orang lain juga akan membuat semua amalan shalat yang sudah dilakukan tidak akan memperoleh pahala. Rasulullah SAW bersabda, “Terdapat 5 macam orang yang salatnya tidak berpahala, yaitu: Istri yang dimurkai suami karena menjengkelkannya, budak yang melarikan diri, orang yang mendendam saudaranya melebihi 3 hari, peminum khamar dan imam shalat yang tidak disenangi makmumnya.”
  1. Allah Akan Mengorek Kesalahannya
Barang siapa yang seringkali mencari kejelekan saudara sesama muslim dan juga menyakiti hatinya dengan cara menuduh, berkata dusta dan berbagai perkataan serta perbuatan yang menyakiti hati, maka Allah sendiri juga akan mengorek kesalahan orang yang menyakiti hati orang lain tersebut dan akhirnya akan dihinakan oleh Allah SWT meski sudah berada di bilik rumahnya.
  1. Allah Akan Mengintai Kekurangannya
Seseorang yang menyakiti hati orang lain dengan cara membuka aib seseorang dan mencari kelemahan mereka maka Allah sendiri juga akan mencari serta mengintai kekurangan orang yang menyakiti hati orang lain tersebut dan Allah juga akan mengungkapkan aib orang tersebut meski orang itu sudah berada dalam rumahnya.
Sebagai saudara, sudah sepantasnya kita saling menjaga hubungan baik antar sesama muslim supaya tetap terjalin dengan harmonis. Saling menyakiti hati orang lain tidak akan memberikan keuntungan sama sekali dan hanya mendatangkan murka Allah SWT.

Friday, 13 April 2018

Saat Isra Miraj, Nabi Melihat Sekelompok Orang yang Terus Memanen, Siapakah Mereka?



Pemerintah telah menetapkan hari Sabtu (14/4/2018), sebagai hari libur peringatan Isra Mi’raj.
Bagi umat muslim, Isra’ Mi’raj adalah peristiwa penting, karena saat itulah Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu.
Menurut sebagian ulama, Isra Miraj terjadi pada malam tanggal 27 Rajab (tahun 621 M), pada periode akhir kenabian di Mekah sebelum hijrah ke Madinah.
Isra’ Mi’raj juga dilakukan di tahun duka.
Istri Rasulullah, Khadijah, dan pamannya Abu Thalib baru saja meninggal dunia.
Padahal saat itu, tekanan begitu kuat datang dari kelompok musyrikin Mekah, yakni dari Abu Jahal, Abu Lahab, dan sekutunya.
Pada malam itu, Rasulullah melakukan perjalanan dari Mekah ke Masjidil Aqsha yang disebut Isra’.
Sedangkan perjalanan Nabi dari Masjidil Aqsha ke langit tertinggi yakni Sidratul Muntaha, dinamakan Mi’raj.
Saat Nabi melakukan Isra’ Mi’raj, ia melihat 11 golongan orang.
Berikut 11 golongan tersebut seperti dilansir NU Online.
1. Orang yang Terus Memanen Meskipun Tanamannya Sudah Dipanen
Nabi melihat golongan orang yang terus memanen tanaman yang baru ia tanam.
Setelah dipanen, tanaman tersebut tumbuh kembali dan itu terjadi seterusnya, sehingga hasil panen melimpah ruah.
Siapakah mereka?
Mereka adalah orang-orang yang menyedekahkan hartanya di jalan Allah.
Allah akan mengganti semua hal yang diinfakkan di jalan-Nya.
2. Orang-orang yang Selalu Berpegang Teguh Kepada Agama Allah
Saat itu Nabi mencium bau harum.
Ia pun bertanya kepada Jibril tentang golongan itu.
Ternyata, bau harum itu berasal dari keluarga besar Masyitah, yang dimasak hidup-hidup oleh Fir‘aun, karena tidak mau mengakuinya sebagai Tuhan.
3. Sekelompok Orang yang Kepalanya Pecah
Rasulullah melihat sekelompok orang yang kepalanya pecah, utuh lagi dan kembali pecah.
Hal itu terus berulang. Nabi begitu iba melihatnya.
Saat ditanyakan kepada Jibril, dijelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang kepalanya berat alias malas untuk melaksanakan salat fardhu, sehingga urung menunaikannya.
4. Orang-orang yang Enggan Bersedekah
Dalam perjalanan semalam itu, Nabi SAW melihat beberapa orang yang memakan pohon dhari‘ (pohon kering dan berduri), zaqqum (tumbuhan yang rasanya pahit) dan batu yang panas.
Ketika ditanyakan kepada Jibril, golongan ini adalah orang-orang yang tidak mau bersedekah.
5. Pezina yang Memilih Bukan Pasangan Sahnya
Mereka yang suka berselingkuh digambarkan seperti orang yang menggenggam daging empuk dan busuk.
Namun, orang-orang itu justru memilih memakan daging busuk daripada daging empuk yang dibawanya.
Menurut Malaikat Jibril, mereka adalah orang yang lebih memilih tidur dengan perempuan lain, padahal ia memiliki istri sah.
6. Perampok atau Begal
Nabi SAW melihat golongan ini seperti kayu yang berada di tengah jalan.
Ketika ada orang yang melewati jalan tersebut, orang itu terbakar.
7. Pemakan Riba
Nabi melihat orang yang berenang di sungai yang penuh darah.
Ternyata, mereka adalah orang-orang yang gemar memakan harta riba.
8. Gila Jabatan
Mereka yang gila jabatan digambarkan sebagai orang yang memikul kayu bakar di pundaknya.
Orang-orang itu terus menambah kayu bakar yang dipikulnya, walaupun sebenarnya mereka tidak kuat memikulnya.
9. Dai yang Tidak Mengamalkan Ucapannya
Nabi melhat sekelompok orang yang lidah dan mulutnya dipotong dengan menggunakan gunting besi.
Setelah dipotong, mulut dan lidah mereka tumbuh seperti semula dan dipotong lagi. Kejadian itu selalu berulang.
Jibril pun menjelaskan bahwa golongan tersebut adalah para dai yang hanya ceramah, tetapi tidak mengamalkannya.
10. Para pengumpat
Saat itu Nabi SAW melihat golongan orang yang berkuku panjang dan terbuat dari tembaga.
Mereka mencakar-cakar muka mereka dengan kuku tersebut.
Menurut Jibril, mereka adalah orang-orang yang mengumpat perbuatan orang lain, tetapi mereka melakukan perbuatan tersebut.
11. Provokator
Di tengah perjalanan Isra’ Mi’raj, Nabi melihat sebuah lubang kecil.
Tiba-tiba keluarlah seekor sapi yang besar dari lubang tersebut.
Sapi itu tidak mampu kembali masuk ke lubang tersebut karena terlalu besar.
Menurut Jibril, itu adalah perumpamaan bagi orang-orang yang gemar melakukan provokasi, sehingga menimbulkan masalah besar.
Saat tersadar akan ulahnya, ia tidak mampu menyelesaikan masalah besar tersebut.

Saturday, 3 March 2018

Naudzubillah, Ternyata Ini 4 Penyebab Seseorang Mati Dalam Keadaan Su’ul Khatimah

Dikisahkan bahwa seorang lelaki masuk negeri Romawi, ia melihat seorang wanita dan ia pun tertarik maka dilamarnya.
Namun, mereka enggan mengawinkannya hingga ia mau pindah agama Nasrani. Ia pun menerima tawaran mereka, sehingga dihadirkan para pendeta dan dibaptis menjadi Nasrani.
Keluarlah wanita itu dan meludah di wajahnya seraya berkata,
“Celaka kamu, kamu tinggalkan agama yang benar sekadar untuk syahwat, sungguh aku tinggalkan agama yang batil untuk mendapatkan kenikmatan yang kekal. Aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah.”
Kisah di atas menunjukkan salah satu kelembutan Allah dan keluasan rahmat-Nya bahwa perubahan manusia dari buruk menuju baik banyak terjadi, sedangkan perubahan mereka dari baik menuju buruk sangatlah sedikit dan jarang terjadi. Tidaklah terjadi, kecuali orang yang terus-menerus dalam perbuatan dosa besarnya.
Seorang ulama berkata, “Sebab-sebab seseorang mendapat su’ul khatimah (akhir yang buruk), ada empat hal, yakni meremehkan shalat, artinya bermalas-malasan dalam mengerjakannya, minum khamr, mengganggu kaum muslimin dan durhaka kepada orang tua.”
Semoga Allah melindungi kita dari akhir kehidupan yang buruk. Aamiin.
Sumber : Kabarmakkah.com