Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Wednesday, 3 August 2016

Habibie: Masjid Harus Jadi Garda Terdepan Tingkatkan Kualitas SDM


BJ Habibie
BJ Habibie


JAKARTA -- Presiden RI ke-3 BJ Habibie, meminta masjid menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Sebab, kata dia, tidak ada masyarakat di dunia yang bisa mengandalkan pada Sumber Daya Alam (SDA) terbarukan maupun tidak terbarukan secara terus menerus.

Dia menguatarakan, saat tertentu, harga minyak bisa meningkat tajam. Tapi harga minya juga bisa jatuh secara tiba-tiba. Lalu, harga rempah-rempah bisa berada pada harga tertinggi, tapi bisa juga merosot dalam waktu singkat.

"Yang bisa diandalkan terus-menerus adalah SDM terbarukan," kata Habibie, dalam seminar 'Peran Masjid dalam Membentengi Umat dari Pemikiran Menyimpang', di Universitas Al-Azhar, Jakarta, Kamis (4/8).

Habibie menjelaskan, tahun lalu di Timur Tengah, ada 1,2 juta anak muda berpendidikan pergi ke Eropa. Dari 1,2 juta anak muda itu, 900 ribu pergi ke Jerman. Hal itu menurutnya, Timur Tengah tidak semata-mata mengandalkan SDA, tapi juga mempersiapkan SDM nya agar produktif dan mengembangkan ilmu pengetahuan, berbudaya, beragama.

"Masjid, harus dimanfaatkan untuk mengembangkan SDM. Masjid harus berada di garis terdepan," ujar Habibie.

Ia menjelaskan, produktifitas ditentukan oleh tiga elemen. Masing-masing sinergi positif, elemen budaya dan elemen agama dan ditambah ilmu pengetahuan. Elemen budaya, merupakan elemen yang lebih tua dari agama. Menurut Habibie ini mesti disinergikan dengan elemen agama yang berpegang kepada Alquran dan Sunnah.

Habibie mengatakan masjid harus bisa mendapatkan informasi budaya, agama dan ilmu pengetahuan. Tidak cukup hanya setiap Jumat mendengarkan khutbah, tapi perlu diiringi dengan diskusi-diskusi dan kajian.

"Saya minta kepada khatib, harus yang benar-benar profesional. Memikirkan bagaimana memberikan nilai-nilai Alquran dan Sunnah dari garis persamaan antara ilmu pengetahuan dan agama," katanya. 

Wednesday, 27 July 2016

Belajar dari Turki, Lewat Gerakan Masjid Menuju Indonesia Lebih Baik


Pendiri Centre of Study for Indonesian Leadership (CSIL) Ustaz Asep Syarifudin















Salah satu pendiri Centre of Study for Indonesian Leadership (CSIL) Ustaz Asep Syarifudin mengatakan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tengah berjuang mengembalikan identitas Turki menjadi salah satu pusat peradaban Islam. Ia beserta para pendukungnya juga menjadi inspirasi dunia Islam dalam membangun peradaban Islam secara konstitusional dan elegan.
"Perjuangan mereka harusnya menjadi inspirasi para aktifis partai-partai Islam di Indonesia khususnya dalam membangun peradaban Islam secara konstitusional," ujar Ustaz Asep kepada Suara Islam Online, Kamis (28/7/2016).
Dan dari peristiwa kudeta kemarin, lanjut Ustaz Asep, peran masjid sangat vital dalam menggerakkan jutaan rakyat yang pada malam hari langsung seketika turun ke jalan-jalan setelah diserukan oleh Presiden Erdogan untuk melawan kudeta. Masjid-masjid di Turki mengumandangkan adzan seraya menyeru dan menyemangati masyarakat dalam aksi perjuangannya.
"Kita bisa menyaksikan fenomena tersebut melalui rekaman video seruan adzan dan kumandang takbir rakyat Turki yang beredar luas via sosial media. Artinya, fungsi masjid di Turki telah bertransformasi sedemikian rupa bukan hanya sebagai tempat ibadah saja. Melainkan menjadi pusat pergerakan dan peradaban," jelasnya.
Menurutnya, banyak yang tidak menyangka bahwa setelah puluhan tahun lalu dimana masjid-masjid Turki sepi akibat kebijakan rezim sekuler tetapi kini telah bertransformasi dan berevolusi sedemikian rupa. Bahkan dulu saat era Mustafa Kemal Ataturk masjid-masjid dilarang kumandangkan adzan. Tetapi, kini masjid-masjid di Turki menjadi benteng kokoh dalam membendung kudeta.
Di Indonesia, terdapat lebih dari 800.000 masjid dan mushola, itu adalah potensi yang sangat luar biasa yang kita miliki tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. "Karena itu, kita bisa membangun peradaban Islam di Indonesia dengan menjadikan masjid sebagai basis gerakan. Dari masjid kita akan perjuangan Indonesia menjadi negeri yang Baldatun Thoyyiibatun Wa Robbun Ghofur," tandas Ustaz Asep.
Sumber: suara-islam.com

Habib Luthfi: Umat Islam Jangan Melulu Memperdebatkan Masalah Khilafiyah

habib luthfi NU





Ulama asal Nahdatul Ulama (NU) Habib Luthfi bin Yahya menyampaikan keynote speech pada sesi seminar dalam Konferensi Ulama Internasional bertajuk Bela Negara, Rabu (27/7/2016) di Hotel Santika Pekalongan.
PEKALONGAN—Ulama asal Nahdatul Ulama (NU) Habib Luthfi bin Yahya menyampaikan keynote speech pada sesi seminar dalam Konferensi Ulama Internasional bertajuk Bela Negara, Rabu (27/7/2016) di Hotel Santika Pekalongan. Pada ksempatan itu ia menjadi pemateri bersama Syekh Muhammad Al-Syuhumi (Libya) dan Syekh ‘Aun Mu’in Al-Qaddumi (Yordania).
Pengasuh Majelis Dzikir dan Shalawat Khanzuz Pekalongan ini mengatakan umat Islam tidak perlu memperdebatkan masalah khilafiyah.
“Kalau kita bicara tentang khilafiyah tentu akan terus berlangsung sampai akhir zaman. Kita melulu bertikai tentang Hanafi, Hanbali, Syafi’i. Sampai kapan? Kita berputar-putar dalam perdebatan, sementara negeri lain sudah maju,” katanya, dilansir Nu Online.
“Saya selalu saja sedih jika mendengar pertikaian pendapat umat Islam atas hal-hal khilafiyah. Kita malu. Malu kepada siapa? Kepada Allah dan Rasulullah. Ini suatu pukulan yang harus kita sadari,” tuturnya.
Habib Luthfi menyeru agar umat Islam tak melulu memperdebatkan masalah khilafiyah, sehingga umat Islam bisa bergerak maju.
Dengan begitu, menurut Habib Luthfi, fakultas terbesar dalam kedokteran harusnya ada di Indonesia, Suriah, atau di mana pun negara kaum muslimin. Sampai kita harus paham ilmu atom, ilmu-ilmu sains lain, yang semuanya sebenarnya ada di dalam Qur’an.
“Betapa lucunya, ketika kita makan obat, kita baca bismillah. Sedangkan yang membuat obat tersebut mungkin tidak paham apa itu bismillah. Bagaimana kita bisa demikian? Lalu sampai kapan kita akan terus menerus bertengkar tentang perbedaan.”
“Maka kami harapkan konferensi ini menghasilkan manfaat, berupa kesadaran dan gerakan tentang peran besar kaum muslimin dengan sebaik-baiknya, yang bisa kita bawa kembali ke tempat masing-masing. Karena hal tersebut merupakan bentuk bela negara,” tandas Habib Luthfi. [